Restorasi Lewat Djam Malam


Image

Meski mengambil cerita pada masa lampau, namun semangat film Lewat Djam Malam masih tetap relevan bagi zaman kini.

Utami Diah Kusumawati

utamidk@jurnas.com

 

USMAR ISMAIL, sutradara dan Bapak Perfilman Nasional, merupakan salah satu sineas yang rajin menggarap film dengan tema sosial yang kuat. Film buatannya banyak mengangkat mengenai problematika yang kerap ada di masyarakat seperti salah satunya persoalan revolusi, nasionalisme, dan krisis identitas dalam film Lewat Djam Malam (1954).

Lewat Djam Malam secara garis besar mengisahkan tentang dilematis seorang pemuda pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, Iskandar (An Alcaff) yang setelah pensiun mencoba kembali ke kehidupan sehari-hari dan bersosialisasi dengan masyarakat. Karena tidak memiliki pekerjaan, Iskandar dibantu mendapatkan pekerjaan di sebuah kantor gubernur oleh ayah pacarnya, Norma (Netty Herawati), yang merepresentasikan kaum borjuis Indonesia pada masa itu. Namun, bayang-bayang perang dan ketidaksiapan psikis membuat Iskandar mengacau di kantor tersebut dan dipecat.

Lelaki ini pun akhirnya mencari kenyamanan, berharap menemukan pemecahan atas disorientasi hidup yang dialami kepada rekan-rekan seperjuangannya. Namun, berbeda dengan Iskandar, teman-temannya sudah melaju dengan kehidupan baru mereka masing-masing. Gunawan (Rd Ismail), sang komandan, kini telah bekerja sebagai pebisnis yang menggunakan hasil rampasan perang sebagai modal awal bisnisnya. Ia pun berubah menjadi sosok yang oportunis dan bermental kapitalis. Sementara Gafar (Awaludin), yang paling realistis, bekerja menjadi pemborong dan membangun perumahan rakyat. Sedangkan Puja (Bambang Hermanto), sang kroco, larut dalam kehidupan dunia hitam dan menghabiskan waktu dengan sibuk bermain judi. Semua telah memutuskan ke arah mana kehidupan mereka menuju.

Iskandar merasa semakin dilematis dan teralienasi. Tak ada satu pun tempat di mana ia merasa telah menemukan diri dan tempatnya di masyarakat. Kegelisahan tersebut semakin membuncah tatkala ia mengetahui bahwa keluarga yang ditembaknya semasa menjadi pejuang dulu adalah orang-orang tak bersalah. Ia dan bawahannya dimanipulasi oleh sang atasan demi sebuah alasan yang dibuat-buat. Penyesalan lantas muncul dari dirinya yang menyebabkan lelaki ini semakin terpuruk ke dalam lubang hitam tanpa dasar.

Film Lewat Djam Malam yang dibuat oleh Usmar Ismail mendapatkan bantuan dari National Museum of Singapore (NMS) dan World Cinema Foundation (WCF), yang diketuai Martin Scorsese, untuk kemudian direstorasi dan akan didistribusikan ke seluruh dunia. Film ini menurut JB Kristanto, penulis buku Katalog Film Indonesia 2008, memuat sejumlah wawasan penting tentang masyarakat Asia Tenggara dan transisinya menjadi bangsa yang merdeka. Setelah disetujui judul film yang akan direstorasi, NMS lalu menghubungi L’Immagine Ritrovata, laboratorium di Bologna, Italia, untuk pengerjaan restorasi film. Tak lama berselang, WCF menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi dalam proyek restorasi film Lewat Djam Malam.

Davide Pozzi, Direktur dari L’Immagine Ritrovata, dalam acara pemutaran perdana film Lewat Djam Malam di PPHUI Kuningan, yang dihadiri para sineas film, pejabat serta penggiat film mengatakan, kondisi film mengalami masalah di antaranya goresan dan jamur yang menyebabkan kualitas gambar dan suara rusak. Restorasi terutama dilakukan untuk rekonstruksi gambar dan audio. Menurutnya, restorasi film Lewat Djam Malam merupakan salah satu episode dari sejarah sinema lain yang perlu direstorasi.

Meski mengambil cerita pada masa lampau, namun semangat film ini masih tetap relevan bagi zaman sekarang. Persoalan krisis identitas akibat transisi sosial budaya yang sedemikian cepat mengakibatkan individu-individu yang tidak mampu beradaptasi dan masih terikat dengan romantisisme kejayaan masa lalu lantas teralienasi masih banyak ditemukan dalam kehidupan masa kini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s