Asep yang Guyub


Jurnal Nasional | Minggu, 22 Jan 2012
Anda bernama Asep? Kalau memang demikian, mengapa tak bergabung saja dengan komunitas yang satu ini, Paguyuban Asep.

Utami Diah Kusumawati

utamidk@jurnas.com

KETIKA menghadiri acara nonton film Max Havelaar bersama Komunitas Historia Indonesia (KHI) di Kopitiam Jakarta, ada sebuah kejadian lucu terjadi. Seorang wartawati datang dengan tergopoh-gopoh menuju sekelompok pemuda yang berdiri di bagian kiri kedai kopi.

Beberapa meter dari tempat tersebut, wartawati tersebut berseru, “Tunggu jangan pergi dulu, Kang. Saya mau wawancara sebentar dengan Kang Asep.” Sontak semua pemuda tersebut menjawab, “Boleh.” Wartawati tersebut sempat terbengong sebelum akhirnya tertawa menyadari kesilapannya. Jelas semua bisa diwawancarai, ya memang semuanya bernama Asep!

Para pemuda yang keseluruhannya ternyata bernama Asep tersebut memang tergabung ke dalam komunitas bernama Paguyuban Asep. Maka, jangan heran jika memanggil nama Asep semuanya akan menengok sekaligus. Paguyuban Asep ini awal mulanya terbentuk atas ide seorang lelaki bernama Asep Iwan Gunawan pada tahun 2009 untuk membuat sebuah komunitas yang terdiri atas mereka yang bernama Asep. Ia pun lantas membuat akun Facebook dengan judul “How many ASEP in Facebook?”. Ternyata, akun tersebut mendapatkan respons yang banyak.

“Setelah menemukan cukup banyak Asep di Facebook, kami pun melakukan kopi darat. Pertemuan pertama diadakan di Kota Tua. Waktu itu, yang datang hanya lima orang. Tetapi, kami sudah cukup senang karena menemukan orang lain yang bernama sama dengan kami,” kata Asep Maskan, saat dihubungi oleh Jurnal Nasional.

Setelah menemukan anggota, nama pun dipilih untuk mengukuhkan komunitas ini mulai dari Komunitas Asep hingga Asep United. Namun, akhirnya nama Paguyuban Asep yang dipilih sebagai nama final komunitas ini. Sementara, nama Asep sendiri berarti selamat atau doa yang diucapkan orang tua terhadap sang anak. Doa tersebut bisa bermacam-macam bentuknya. “Paguyuban Asep kesannya Sunda banget,” kata Asep Maskan.

Setelah dibentuk, kegiatan pertemuan pun semakin sering diadakan. Asep Maskan mengatakan saat itu pertemuan hanya difokuskan pada silaturahmi antaranggota yang bernama Asep. Namun, tahun ini, Paguyuban Asep mengadakan perubahan dalam struktur komunitasnya.

“Kami sudah membentuk susunan kepengurusan yang baru serta mengajak tokoh-tokoh berpengaruh Sunda untuk duduk sebagai dewan penasehat Paguyuban ini, misalnya Doel Sumbang yang nama aslinya ternyata Asep juga, ha ha,” katanya.

Hal itu dilakukan karena Paguyuban ini menyadari semakin pentingnya advokasi di bidang kebudayaan terutama untuk mengangkat dan melestarikan kebudayaan dan bahasa Sunda di kalangan generasi muda masyarakat Sunda. Asep mengatakan, saat ini, semakin banyak masyarakat muda Sunda yang tidak paham dengan bahasa daerah mereka sendiri. “Dalam komunitas ini kami saling berbagi dan belajar mengenai bahasa Sunda. Untuk ke depannya, kami berencana untuk juga mengangkat kebudayaan tradisi Sunda bahkan membuat semacam Asep Award untuk mereka yang berjasa di bidang seni budaya Sunda,” kataya.

Mengenai keanggotaan, Asep Maskan mengatakan saat ini sifatnya lebih terbuka. Paguyuban Asep memiliki dua jenis anggota. Pertama anggota inti, adalah mereka yang benar-benar memiliki nama Asep dan tertera di dalam KTP. Kedua adalah anggota bukan inti merupakan mereka yang tidak bernama Asep namun memiliki ketertarikan akan bahasa atau budaya Sunda. “Kalau tertarik untuk bergabung silakan saja, bisa langsung mendaftar lewat e-mail ataupun akun Facebook kami di Paguyuban Asep,” latanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s